jasa foto dibutuhkan untuk kebutuhan industri restoran dan lain-lain

Uniknya teknik foto pada fotografi makanan

Seiring dengan menjamurnya tren berusaha sendiri seperti jual beli online baik di marketplace atau membuka restoran/kafe sendiri, permintaan terhadap jasa foto pun meningkat. Jasa foto di sini ada beberapa macam dan menyesuaikan dengan kebutuhan si pengusaha. Misalnya, jasa fotografi makanan bagi pemilik restoran, bar, atau kafe.

Seiring dengan menjamurnya tren berusaha sendiri seperti jual beli online baik di marketplace atau membuka restoran/kafe sendiri, permintaan terhadap jasa foto pun meningkat. Jasa foto di sini ada beberapa macam dan menyesuaikan dengan kebutuhan si pengusaha. Misalnya, jasa fotografi makanan bagi pemilik restoran, bar, atau kafe. Atau fotografi produk tertentu yang menampilkan keunggulan dan keunikan suatu produk yang baru diluncurkan. Ada juga fotografi untuk menampilkan produk-produk dalam bentuk katalog di website. Produknya bisa bermacam-macam, seperti bisa kita temukan sendiri beragamnya produk di marketplace. Bagi seorang penjual pakaian online, diperlukan juga tipe fotografi sendiri, yakni fotografi fashion yang biasanya menggunakan model, meski tak selalu.

Mengapa jasa foto bisa dibagi menjadi berbagai subkategori seperti itu? Tak lain tak bukan karena objek fotonya dan tujuan foto tersebut. Di kesempatan kali ini, akan kita bahas sedikit lebih dalam mengenai fotografi makanan. Ada beberapa aspek fotografi yang kemudian menjadi perhatian bagi penyedia jasa foto makanan.

Fotografi makan dipercaya berapa orang menjadi salah satu tipe fotografi yang menantang. Mirip seperti melukis sesuatu, seorang fotografer makanan memulai dengan kanvas kosong dan pelan-pelan menambahkan elemen karya seninya. Lembar demi lembar, uji coba demi uji coba, seorang fotografer akan mencoba menyusun makanan sebagai objek fotonya hingga mendapatkan keseimbangan yang pas antara realitas dan seni. Semua susunan di dalam foto memerlukan sebuah keputusan. Setiap rangkaian ditetapkan secara langsung oleh sang fotografer makanan.

Seorang fotografer bisa jadi perlu bekerja sama dengan seorang chef untuk mendapatkan makanan dengan presentasi yang baik. Namun, dalam fotografi makanan, makanan itu sendiri bukan segala-galanya yang perlu diperhatikan. Ketika angle foto yang tepat untuk menunjukkan tampilan utama makanan tersebut sudah dipilih, maka tampilan di sekitar makanan tersebut juga menjadi penting. Props di sekitar makanan bisa memberikan cerita lebih. Makanan-makanan khas dari daerah tertentu bisa didampingi dengan peralatan makan, pernak-pernik, atau bumbu-bumbu yang memang khas dari daerah tersebut. Dengan memanfaatkan props tersebut, secara tidak langsung, foto makanan tersebut bisa memberikan cerita yang lebih.

Dengan menggunaan props, seorang fotografer bisa saja tergoda untuk menggunakan props yang atraktif dan menarik perhatian. Namun, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah fokus utama foto yang sedang dibuat, yakni makanan itu sendiri. Maka, dalam kondisi yang umum, props yang dipilih biasanya akan lebih netral atau mendorong makanan, si objek utama itu, lebih menonjol dan menarik perhatian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *